Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Otak Lelaki

Harpitnas : It’s the time to be BOLOS!! (II)

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 7 Mei 2008
489 x dilihat
Sebarkan

ANDA punya kalender yang digantung di dinding atau diletakkan di meja kerja? Saya punya, walaupun untuk mengetahui penanggalan saat ini, kita bisa melihatnya di banyak tempat. Di Arloji, ponsel, PC, Notebook atau PDA yang kita bawa kemana-mana. Tapi, untuk bisa mengerti cerita saya, anda memang sebaiknya melihat kalender konvensional yang juga mencantumkan tanggal merah untuk hari-hari besar nasional.

Melihat dan mengamati kalender adalah salah satu kesenangan saya saat kecil. Saya jadi bisa menghitung-hitung sendiri. Berapa lama lagi saya ulang tahun. Itu artinya, saya akan mendapatkan hadiah lagi dari orang tua! Hal lain, saya jadi tahu, dalam satu bulan ada berapa hari tanggal merah. Semakin banyak tanggal merah, semakin banyak waktu bermain! Kalau tanggal merahnya mepet dengan hari Minggu, itu berarti “Harpitnas : It’s the time to be BOLOS!!” Alasan lain? Saya senang mengamati gambar yang ada di kalender. Apalagi gambar Artis… Biar masih kecil, saya juga sudah tahu mana yang cantik dan mana yang tidak menarik!

Tapi, setelah dewasa dan bergelut dengan dunia pekerjaan, kalender adalah barang yang paling jarang saya jamah. Untuk penanggalan, saya lebih sering mengingatnya di dalam kepala. Hari ini senin tanggal sekian…. besok selasa tanggal sekian….. dan seterusnya dan seterusnya.

Pekerjaan profesional saya, membuat semua hari sama saja. Libur sebenarnya hanya sekedar mengganti waktu istrirahat. Biasanya lebih banyak dihabiskan di rumah. Tidur lebih panjang, bercanda dengan istri atau membaca buku dan mendengarkan MP3 favorit. Dalam kamus pekerjaaan saya, tidak ada istilah tanggal merah. Tidak ada lagi menghitung-hitung tanggal merah seperti saat kecil. Kalau mau libur dan ingin waktu longgar agak panjang, berarti saya harus ambil cuti. 12 hari kerja, satu kali dalam setahun!

Memang, sesekali muncul kerinduan masa kecil. Mengamat-amati tanggal di kalender. Menghitung-hitung tanggal merah, dan mereka-reka sendiri rencana yang mau dilakukan..Tapi, saat melakukannya saya jadi kaget!! Kok?

Iya kaget! Tidak ada lagi istilah Hari Kejepit Nasional atau “Harpitnas” dalam istilah saya. “Harpitnas” tidak menghilang, tapi dilegalkan!! Kalau anda jeli, anda juga bisa lihat di penanggalan kalender konvensional saat ini. Ada hari yang mengawali atau mengiringi tanggal-tanggal merah untuk hari besar. Di kalender, sering diistilahkan sebagai cuti bersama!!

Penentuan waktu untuk hari cuti bersama oleh pemerintah kita juga sangat fleksibel. Misalnya, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada hari Kamis tanggal 20 Maret. Bisa dipastikan cuti bersama jatuh keesokan harinya, Jumat 21 Maret. Sabtu rata-rata dianggap libur karena banyak instansi pemerintah yang menerapkan lima hari kerja.
Nah, kalau ditarik garis lurus dari hari Kamis hingga Minggu, akan ada empat hari libur!

Contoh lain, hari Selasa tanggal 20 Mei adalah tanggal merah untuk perayaan hari Waisak. Mau tau, hari cuti bersamanya jatuh tanggal berapa? Anda bisa lihat, cuti bersama jatuh satu hari sebelumnya, Senin 19 Mei! Sekali lagi, jika ditarik garis lurus dari hari Sabtu tanggal 17 Mei, akan ada 4 hari libur!!

Apa kesimpulannya? Hari Cuti bersama mengejar hari Minggu!! Bisa diletakkan mengawali atau mengiringi penanggalan merah hari besar. Siapa penggagasnya? Entahlah, tapi yang jelas pemerintah kita. Siapa yang menjalani aturan itu? Bisa dikatakan pemerintah sendiri, aparatur kita dan PNS dari pusat hingga daerah.

Seharusnya saya senang “Harpitnas” sekarang sudah dilegalkan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, saya sedih…. Dalam bayangan saya, mereka yang menggagas aturan hari libur seperti itu adalah mereka yang pernah menjadi siswa sekolah di era 70 atau 80-an. Mereka yang pernah melewati Sabtu Krida bersama. Mereka yang bersorak gembira bila “Harpitnas” tiba. Mereka yang menjalani “Harpitnas” terlarang itu. Salah satunya mungkin saja teman saya.

(*)

Postingan ini pertama kali diunggah pada 7 Mei 2008 di blog lama saya : noesaja.wordpress.com
KAITAN:BOLOSHARPITNASNOESAJAOTAK LELAKI
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya Jules Verne
Artikel Selanjutnya Harpitnas : It’s the time to be BOLOS!! (I)
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
66 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
161 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
225 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
263 x dilihat
“Raja Issa Bersaudara Dalam Catatan Raffles & Begbie”
History
7 Desember 2025
214 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.6k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?