Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Humaniora

Pesantren Para Manula

Oleh Andri Susi
Diterbitkan pada: 15 September 2008
643 x dilihat
Sebarkan

PARA manula berkumpul ikut pesantren kilat Husnul Khatimah di Masjid Raya Batam. Mereka semangat mengikuti beragam kegiatan dari pagi hingga sore. Ada yang merasa kuliah lagi. Juga senang lantaran kini punya komunitas.

Puluhan nenek-nenek terlihat ceria ketika berkumpul di ruang serba guna Masjid Raya Batam, Sabtu (6/9). Hari itu, untuk pertama kalinya mereka mengikuti pesantren kilat Husnul Khatimah yang rencananya digelar hingga hari ini(7/9). Hampir semua nenek-nenek yang ikut pesantren kilat merasa senang. ”Disini, kami bisa curhat-curhatan,” ujar Ermaini Mardjohan (65).

Rasa senang juga dituturkan Nurana (73).

”Semula saya tidak betah di batam. Nggak ada komunitas. Kalau ketemu orang muda, komunikasi nggak nyambung. Kami merasa tersisihkan,” kata Nurana. Namun usai ikut pesantren kilat, skapnya seratus persen berubah. ”Sayang mau ninggalin Batam lagi, ” kata wanita yang jabatan terakhir jadi kepala seksi di dirjen Pendidikan dan Kebudayaan.

Lain halnya dengan Emi Warsih (65). Dia menuturkan antusias mengikuti acara ini lantaran ingin husnul khatimah (punya akhir yang baik). Menurutnya sebagian besar nenek-nenek banyak yang merasa tidak berguna. Makanya dia berharap dengan adanya pesantren manula ini, tidak ada lagi nenek-nenek yang merasa tidak berguna.

”Disini, banyak yang suka curhat sama mama (Emi Warsih-red). Makanya disinilah berusaha mencari solusi,” tambahnya.

Rasa senang dan bahagia juga dituturkan Ermaini. ”Kami senang disini. Enak banget, kayak seperti kuliah lagi,” kata Ermaini. Saat mengikuti pesantren kilat, sesi curhat mereka lakukan saat ada waktu istirahat. Selebihnya mereka mengikuti kegiatan keagamaan yang telah dijadwalkan.

Seperti Sabtu siang kemarin. Di ruang serba guna Masjid Raya tampak enam puluhan nenek-nenek duduk bersimpuh pada Sabtu (6/9). Mereka tengah mendengarkan ceramah tentang ‘Usia di Upuk Senja oleh KH Usman Ahmad Ketua MUI Kota Batam.

Dia menyampaikan kiat-kiat menghadapi sakaratul maut. Bagaimana agar mati dalam keadaan husnul khatimahpun dengan salah satu cirinya waktu meninggal mengucapkan Lailahailalloh. ”Ketaatan kepada Allah, tidak hanya menjalankan ibadah yang sifatnya wajib. Tapi ibadah sunah dan amalan lainnya,” tuturnya.

Selama pesantren kilat, para manula ini juga mengikuti kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di Masjid Raya. Salah satunya shalat berjamaah dan kultum usai shalat dzuhur. Seperti kemarin(6/7), puluhan nenek peserta pesantren kilat juga mengikuti kultum yang disampaikan Ustadz Ridho.

”Mudah-mudahan kita diberi kekuatan untuk menjadikan bulan Ramadan ini bulan dakwah. Kita ajak diri kita sendiri mampu melakukan kebaikan amal saleh yang pahalanya dilipatgandakan saat di bulan ramadan,” ujar Ustad Ridho.

(*)

Postingan ini pertama kali diunggah pada 15September 2008 di blog lama saya : noesaja.wordpress.com
KAITAN:BATAMMANULAORANG TUAPESANTREN
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya Spesialis Pesawat Baling-Baling
Artikel Selanjutnya Ngabuburit di Taman Bacaan
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
72 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
97 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
198 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
257 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
304 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?