Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Puan

Cantik Pakai Batik

Oleh Andri Susi
Diterbitkan pada: 11 Oktober 2008
1.1k x dilihat
Sebarkan

KEBAYA encim warna putih polos dipadukan dengan kain batik Cirebon warna biru langit. Tampak cantik membentuk siluet tubuh pemakainya. Kebaya dari bahan brukat perancis warna merah marun dipadu padankan dengan batik pekalongan warna serasi. Terkesan anggun. Pesona keibuan-pun kian menonjol dengan batik warna merah marun ini.

Biarpun kini begitu banyak pilihan busana asal negeri sebrang. Batik masih melekat sebagai busana pilihan masyarakat kita. Termasuk kaum perempuan, untuk acara-acara tertentu mereka tetap memilih batik sebagai busana pilihan terbaiknya. Utamanya saat pergi ke acara resmi nasional seperti pernikahan atau acara lain yang dianggap penting.

Memang batik sudah menjadi bagian dari busana kita. Malah seiring dengan makin memasyarakatnya batik di tengah-tengah masyarakat. Busana batik jadi kian melebar fungsinya. Busana batik tak hanya dipakai ke acara formal yang dianggap penting saja. Namun dikenakan dalam aktifitas keseharian. Tentu untuk keseharian mesti dipilih busana batik yang dirancang sebagai busana kasual.

Untuk pergi ke acara – acara seperti pernikahan atau undangan penting. Kaum perempuan tak akan kehabisan motif. Motif batik sangat banyak pilihan. Dari batik Solo, Pekalongan hingga batik Cirebon. Jangan takut juga bakal sama dengan orang lain. ”Motif – motif batik biasanya dibuat eksklusif. Masing-masing motif batik hanya tersedia satu atau dua saja,” ujar Indah, Pemilik Rumah Batik dan Tenun di Kepodang Raya No-14 Kurnia Djaja Alam.

Untuk batik Pekalongan, Yogyakarta dan Solo mungkin sebagian besar dari kita sudah tak asing lagi. MOtif batiknya lebih didominasi dengan warna-warna gelap seperti warna cokelat dan hitam. Hanya saja para perancangnya kini banyak memadukan batik Pekalongan, Yogyakarta dan Solo dengan tambahan payed dan manik-manik.

Seperti tampak batik Pekalongan warna merah marun. Tak hanya eksklusif karena batiknya merupakan batik alat tenun bukan mesin(ATBM), tapi lantaran dipercantik dengan payed warna serasi yaitu warna merah marun.

“Sama halnya dengan batik asal pekalongan dan Solo, batik Cirebon yang juga dihadirkan di Rumah Batik dan Tenun juga punya ciri khas. ”Batik Cirebon didominasi dengan warna-warna cerah,” ujar Indah.

Indah menuturkan batik Cirebon memiliki motif yang lebih bebas. Hal itu sebagai gambaran dari kehidupan masyarakat Cirebon itu sendiri. Dari sisi geografisnya, Cirebon adalah daerah pantai. Lantaran itu pula, batik Cirebon sering dibilang batik motif pesisiran. Pilihan warna relatif bervariasi seperti warna hijau muda, pastel, merah, merah muda dan biru langit. Juga motifnya yang juga beragam tumbuhan, daun dan bunga. ”Bila diperhatikan lagi, ukuran daun dan bunganya lebih besar,” kata Indah.

Pergi ke sebuah acara penting pakai batik memang terasa ada yang kurang kalau tanpa selendang. Indah menuturkan selendang biasanya dipasangkan dengan batik. Motif selendang mesti dipilih motif yang sama dengan busana batiknya. Batik Pekalongan payed atau Cirebon ATBM memang harganya relatif mahal. Rata-rata sarung batik dan selendangnya dipatok mulai Rp450 ribuan. (andriani susilawati)

Tips Merawat Batik
– Mencuci kain batik dengan menggunakan sampho rambut atau sabun mandi
– Boleh juga mencuci kain batik dengan sabun khusus yang dijual di pasaran
– Jangan dicuci dengan menggunakan mesin cuci
– Cucilah dengan cara manual menggunakan tangan
– Biar warna tidak pudar, jangan dijemur langsung terkena sinar matahari
– Saat dibilas atau selesai dicuci jangan diperas
– Usai kering simpan dengan cara digantung
– Jangan disimpan dalam keadaan dilipat

(*)

Postingan ini pertama kali diunggah pada 11 Oktober 2008 di blog lama saya : noesaja.wordpress.com
KAITAN:BATAMBATIKCeritaPAKAI BATIKperempuanpuantips
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya ‘Senam Otak’ Ketika Akan Belajar atau Bekerja
Artikel Selanjutnya Menikmati hidup
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
131 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
156 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
258 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
325 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
359 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.8k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.3k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.3k x dilihat

Ragam Tanaman di Kebun Raya Batam

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?