Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Impresi

“Tentang Nusantara”

Tolong, Jangan Rusak Diksi Nusantara

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 2 Agustus 2015
634 x dilihat
Sebarkan

ISLAM nusantara? Ah, tidak. Kami ISLAM. Tanpa embel-embel lain. Sama dengan saudara- saudara kami yang lain dari penjuru dunia.

Kami yakin, keyakinan kami sama. bersumber dari HAL yang sama. Yang membedakan, mungkin cuma asal kami. Kebetulan, kami lahir di bumi Nusantara. Wilayah ‘gemah ripah loh jinawi’ yg sekarang bernama Indonesia. Negara yg sekarang katanya memiliki jumlah umat Muslim terbanyak di dunia.

Di Nusantara ini, kami bahu membahu sesama warganya. Kami juga berhubungan baik dg saudara-saudara kami yg berbeda keyakinan.

Oh iya, di sini, kami memang bersaudara juga dg warga lain yg berbeda kepercayaan. Kami berusaha mengedepankan sikap saling menghormati dan bertoleransi. Sesekali, kadang memang ada gesekan. Ya begitulah, namanya saudara. Ada riak-riak dalam hubungan. Doakan kami agar selalu bisa menyelesaikannya dg jalan yg baik, ya.

—————–

DI rumah, babah kami lebih senang pakai sarung. Bukan gamis atau jubah. kata babah, itu kan soal budaya saja. Sama halnya saat babah lebih pilih pakai peci daripada sorban yg dililitkan di kepala saat ke masjid.

Dalam beberapa hal, kata babah, kita mungkin beda dg saudara muslim kita yg lain di luar nusantara. Tapi, bukan berarti Islam kita berbeda. Ini cuma karena asal kita yg  berbeda. Budaya yg melatari kita yg beda. Kita adalah muslim yg ada di Nusantara. Ya,  kalau mau disebut ringkas, kita ini Muslim Nusantara.

—————-

KATA babah, dalam beberapa hal, budaya itu dipengaruhi oleh pola kebiasaan dari kelompok-kelompok orang dalam menjalani hidup. Orang sekarang menyebut itu suku. Suku dan etnis itu kata babah, sesuatu hal yg terberi. Bukan yg bisa kita pilih.

Jadi, syukuri saja. Dalam kaitan dg keyakinan, kita sesuaikan pola kebiasaan dg kepercayaan yg kita yakini sehingga sejalan. Pada akhirnya, budaya menyesuaikan dg apa yg kita yakini.

—————–

DALAM darah kami, mengalir etnis Jawa, Sunda dan Tionghoa. Babah, seperti halnya kami, besar dalam lingkup budaya dan kebiasaan Melayu. Babah malah cukup lama mengenal dan berinteraksi dg budaya Bugis Selayar saat kecil dahulu. Punya Pakde yg beretnis Jawa dan berkeyakinan Islam, paman dan om yg beretnis Jawa Melayu yg juga Islam,  Batak yg berkeyakinan Protestan, Ambon dg keyakinan Katolik serta bersahabat baik dg rekan-rekannya asal Bali yg berkeyakinan Hindu.

Ya begitulah. Makanya, kami berdua diberi embel-embel nama akhir ‘Nusantara’. Salah satunya agar kami selalu ingat dg tanah tumpah darah kami.

Di zaman yg semakin terhubung ini, babah juga ingin agar kami tetap membawa identitas nusantara pada orang-orang yg mungkin nanti akan kami kenal di berbagai penjuru dunia. Ini identitas kami sebagai orang Nusantara dan sebagai Muslim yg berasal dari Nusantara.

Oh ya, maaf. Perkenalkan, nama saya Yodha Krakatau Nusantara dan adik saya, Yura Khatulistiwa Nusantara.

(*)

Photo cover : © Andri Susi 
Artikel ini pertama kali terbit pada 2 Agustus 2015 di blog lama kami, noesaja.wordpress.com 
KAITAN:impresiINDONESIANUSANTARA
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya [NulisRingkas] Melawan Waktu
Artikel Selanjutnya Instant Yang Menyebalkan!
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
181 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
211 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
302 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
372 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
405 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
3k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.4k x dilihat

Ragam Tanaman di Kebun Raya Batam

Oleh Bintoro Suryo
2.3k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.3k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?