Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Otak Lelaki

Musik Zaman

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 17 Januari 2016
618 x dilihat
Sebarkan

SAYA suka mengamati situasi yang terjadi pada suatu zaman, salah satunya dari tren musik yang berkembang. Kok musik?

Ya. Musik kan pengejawantahan ide.

Kreasi dan daya cipta pelaku musik biasanya dipengaruhi suasana sekeliling dan yang terjadi saat itu.

Begini. Ide, pemikiran dan daya cipta seni biasanya lahir dari kondisi yang ada di sekeliling. Kondisi sekitar tidak jarang juga bahkan  mempengaruhi alam bawah sadar para senimannya saat proses pembuatan karya.

Agar diterima ‘pasar’, tentu juga akan berhubungan erat dengan tema-tema yang diangkat dalam karya musik mereka.

Saat zaman itu sedang hangat tema apa?

Apa yang sedang in dan jadi tren pembicaraan?

Aliran musik yang berkembang seperti apa?

Dari situ, kita bahkan bisa membayangkan suasana sosial yang sedang terjadi. Juga tentang kebijakan politik rezim yang sedang berkuasa, moral etika yang berkembang dan juga kondisi ekonomi masyarakatnya.

Selain jadi hiburan bagi yang mendengar, musik juga jadi sarana penyampaian uneg-uneg, fakta sosial dan ide bagi yang memainkan. Kemudian dikemas jadi identitas melalui aliran yang diusung.

Yang keluar biasanya berkaitan dengan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan pada zamannya. Dan, itu nggak selalu harus berbentuk kritik sosial, lho.

Ungkapan syair cinta, kasih sayang dan tema-tema yang berhubungan antar manusia dan Tuhan juga merupakan uneg-uneg, ide dan fakta sosial yang sering dimunculkan.

Saya lebih percaya para pemusik dalam menjelaskan secara tersirat situasi dan suasana suatu zaman lewat aliran-aliran musik yang mereka usung dan tema karya-karya yang mereka hasilkan.

Ketimbang harus mempercayai ini ;

Ocehan tersurat para pengamat, politikus atau sejarahwan kopong yang berusaha mendoktrin atau menjustifikasi suatu zaman yang telah lewat dalam label gelap atau terang sesuai kepentingan mereka.

(*)

Gambar ilustrasi : carward.net
Postingan ini pertama kali diunggah pada 17 Januari 2016 di blog lama saya : noesaja.wordpress.com
KAITAN:dekadekondisimusikpengaruhsosial masyarakat
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya (Telat) Nyoba Selfie!
Artikel Selanjutnya Batara Kala Yang Murka?
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
77 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
101 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
203 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
265 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
308 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?