Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Lingkungan

‘Mereka’ Hidup & Berkembang di ‘Mata Kucing’

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 6 April 2022
1.7k x dilihat
Sebarkan

HUTAN Mata Kucing adalah sebuah hutan konservasi yang ada di Batam. Terletak di kawasan Sekupang dan Batuaji, Batam, keberadaan hutan konservasi ini mulai dikelola secara khusus di akhir era 90-an.


PADA tahun 2003 hutan mata kucing direnovasi dan dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata alam di Batam. Sekitar tahun 2009, pemerintah kota Batam ikut merenovasi kembali kawasan wisata hutan ini dan didesain sedemikian rupa menjadi sebuah kebun binatang mini.

Luas wilayah hutan konservasi ini sekitar 254 hektar. Membentang sepanjang sisi jalan Diponegoro antara kawasan Sekupang hingga Batuaji di kota Batam. Di sini, ada berbagai habitat tumbuhan dan juga hewan yang yang hidup dan berkembang. Ada yang merupakan endemik asli dan ada juga yang sengaja ditumbuhkan dan dibiakkan serta dibiarkan hidup di kawasan ini.

Salah satu tanaman endemik asli yang masih dijaga kelestariannya di lokasi ini adalah tanaman damar.

Damar adalah nama pohon penghasil resin damar dengan nama serupa, dari suku meranti-merantian. Di beberapa daerah lain, tanaman itu juga dikenal dengan nama seperti pēlalar, p. lĕngo, damar puteh  di wilayah Aceh dan juga damar sibolga. Ada juga yang menyebutnya sebagai damar mata-kucing seperti di wilayah Sumatra Selatan.

Tanaman Damar juga menghasilkan kayu yang dalam perdagangan digolongkan sebagai meranti putih.

Tanaman lain yang juga dibudidayakan di sini adalah tanaman gaharu. Beberapa wilayah di Batam, biasa mengambil bibit gaharu dari sini untuk kemudian dikembangkan di tempat lain. Beberapa fauna khas tropikal juga bisa disimak di sini. Seperti monyet, buaya termasuk juga jenis beruang hitam.

Asal Nama ‘Mata Kucing’

Hutan Mata Kucing sebelum dijadikan tempat wisata dan kawasan konservasi, pada mulanya merupakan hutan yang hanya dapat dilewati dengan berjalan kaki. Menurut kisah turun temurun di masyarakat sekitar hutan, dulu ketika malam hari mereka sering melihat cahaya-cahaya terang dari dalam hutan ini. Cahaya tersebut seolah mengincar dan melihat ke arah mereka. Mereka meyakini bahwa cahaya tersebut adalah mata dari seekor harimau.

Karena adanya pantangan menyebut kata “harimau” bagi masyarakat Batam yang saat itu sangat menjaga adat, maka kata “harimau” diganti dengan “kucing”. Namun, saat ini cukup jarang masyarakat mendengar kabar tentang keberadaan harimau di hutan tersebut.

Selain adanya cerita tentang keberadaan kucing hutan yang jadi legenda asal mula nama Hutan Mata Kucing, konon berdasarkan keyakinan sebagian masyarakat sekitar, di tempat ini dulunya merupakan tempat pembuangan makhluk halus atau jin.

(*)

Videography : Panca Bramasto, Danny Connery, Bintoro Suryo
KAITAN:BATAMEndemikHutan mata kucinglingkunganTanamanvideo
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya Meninjau Kembali Sejarah | Kunci Hadapi Tantangan Hari Ini dan Nanti
Artikel Selanjutnya Pulau Galang, Dari Masa ke Masa
2 Komentar 2 Komentar
  • Ping-balik: "Mereka Hidup dan Berkembang di Mata Kucing" - Informasi dari Sumber Terpercaya
  • Ping-balik: Mereka Hidup & Berkembang di ‘Mata Kucing’ - GoWest.ID

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
71 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
97 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
198 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
257 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
304 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?