Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Impresi

Seorang Pria Dengan Sebuah Terompet

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 22 Agustus 2022
806 x dilihat
Sebarkan

MEREKA datang dari berbagai penjuru hanya untuk mendengarnya bermain. Dulu, dia selalu ada di sudut jalan yg sama itu setiap hari.

Selalu ada kerumunan orang banyak saat ia memainkannya. Ketika ia meniupkan terompet, semua orang rasanya sudah tahu. Irama seperti apa yang akan dibawakan. Kadang gembira yang menghentak, kadang sedih yang mendayu.

Aku hanya ingin melihatnya bermain, meniup terompetnya.  Sama seperti kerumunan orang-orang itu. Tidak ada yang lain. Hanya ingin melihatnya bermain terompet.

Oh ya, air matanya selalu menetes saat sedang meniupkan terompet.

‘Hey, itu malah membuatku tersenyum atau justru terharu mendalam. Sebuah penjiwaan dari permainan terompet!’.


Mungkin sama juga seperti pikiran orang-orang dalam kerumunan itu.

Tidak ada yg pernah bertanya padanya :

‘Kenapa ia meneteskan airmata setiap kali meniupkan terompet?’

Mungkin jawabannya karena ini :

‘Kerumunan orang yang datang itu dan juga aku hanya ingin melihatnya bermain’.

(Play it, Don!)

————————————-

Ah, sekarang tiupan terompetnya sudah terbiasa terdengar di stasiun-stasiun radio. Dia membuat setiap malam rasanya seperti malam minggu saja. Lewat terompetnya, dia membuat suasana hati jadi gembira atau sedih dengan sama baiknya.

Aku sudah lama sekali tidak melihatnya lagi di sudut jalan itu. Sesekali saat berada di sana, aku melihat beberapa orang tegak berdiri beberapa lama. Mungkin sama denganku, ingin melihatnya lagi ada di sana. Mungkin juga sama dengan pikiranku yang sekarang ingin tahu :

‘Kenapa dulu ia meneteskan airmata setiap kali meniupkan terompetnya?’ 

(*)

Disadur dari      :  ‘The Man With The Horn‘

Tulisan ini pertama kali terbit di blog : noesaja.wordpress.com pada 24 Mei 2014

KAITAN:impresiLirikPhil CollinTerompetvideo
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya “Terkenang di Ngenang” | Documentary Video
Artikel Selanjutnya Kisah Orang Laut, Penduduk Asli Singapura yang Kini Terlupakan
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
131 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
157 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
258 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
325 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
359 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.8k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.3k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.3k x dilihat

Ragam Tanaman di Kebun Raya Batam

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?