Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Cerita

“Menuju Pulau Pecong”

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 21 September 2023
959 x dilihat
Sebarkan

GOOGLE menandainya dengan nama Pecom. Sementara nama yang dikenal orang di Kepulauan Riau adalah Pecong atau Pecung. Letaknya berhampiran pulau Bulan yang dijadikan industrialisasi peternakan babi.

Pulau kecil ini jarang terpublikasi, walau dihuni sekitar 400 kepala keluarga. Sudah ada fasilitas pendidikan yang memadai di sini. Mulai PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA. Masing-masing satu unit, tapi cukup untuk membuat generasi muda di pulau ini tidak ketinggalan ilmu pengetahuan.

Akses transportasi umumnya masih sulit. Transportasi sejenis perahu pancung penumpang, menyinggahinya sekali dalam sehari. Jika ingin leluasa, disarankan untuk menggunakan sistem carter saat berkunjung ke pulau itu.

Pulau Pecong, dinamai dari sebuah pohon yang disebut masyarakat setempat sebagai pohon pucung. Pohon yang sangat tidak diinginkan karena mulai dari daun, buah hingga batangnya, disebut memiliki rasa yang sangat pahit.

Disebutkan juga dalam cerita orang-orang dulu, pulau itu dianggap sebagai tempat bermastautin Hulubalang Laot, salah satu dari tujuh panglima Galang yang dikenal dalam cerita rakyat masyarakat di Kepulauan Riau.

(*)

#ComingSoon

KAITAN:BATAMCeritahumanioraINDONESIAPulau Pecong
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya ORARI Batam di Era 4.0 : “Tetap di Udara”
Artikel Selanjutnya ‘Pokok Bentan’ Tanaman dari Semenanjung Malaya
1 Komentar 1 Komentar
  • Ping-balik: Menuju Pulau Pecong - Informasi dari Sumber Terpercaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
77 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
101 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
203 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
267 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
308 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?