Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Impresi

Gunung Papan dan Rencana ‘Green Industry’

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 3 Desember 2025
166 x dilihat
Sebarkan

PULAU Papan atau juga disebut pulau Gunung Papan di kabupaten Karimun, merupakan sebuah pulau yang relatif masih alami. Konturnya datar, kecuali di bagian ujung yang berbukit. Puncaknya disebut gunung Papan. Nama yang juga digunakan sebagai penanda nama pulaunya.

Pulau ini unik. Walau tidak terletak di jalur vulkanis, ada banyak sumber air panas yang muncul di sini. Paling tidak sejak beberapa ratus tahun lalu. Beberapa sumber air panas baru, bahkan muncul dalam dua dasawarsa terakhir.

Peta lama kepulauan Karimun ‘Schetskaart van Karimon en Koendoer’ tahun 1886, menampilkan pulau Papan. © A.P.F. Graafland, Leiden University – Belanda

Tidak ada bau belerang seperti umumnya sumber-sumber air panas yang terdapat di pulau Jawa. Dengan derajat panas sekitar 40-70 Celcius saat muncul di permukaan, tidak ada bau yang tercium.

Plang informasi sumber air panas di desa Tanjung Hutan – pulau Papan, kecamatan Buru, Karimun. © F. Bintoro Suryo
Salah satu sumber air panas di desa Tanjung Hutan yang telah dirapikan menjadi sumur air panas. © F. Bintoro Suryo

Di beberapa sumber air panas yang berada dekat dengan pantai, rasanya justeru asin!


KESUBURAN tanah di sini juga lumayan. Banyak warga yang mengupayakan perkebunan. Seperti misalnya kebun kelapa hibrida serta jenis kelapa pandan. Komoditas yang terakhir ini jadi andalan masyarakat di sana. Biasanya dikirim keluar pulau, terutama ke Batam.

Kelapa di desa Tanjung Hutan – pulau Papan, kecamatan Buru, Karimun. © F. Pardomuan

Di kota Batam, kelapa pandan bisa dibeli di supermarket atau dept. Store dalam kondisi telah dikupas kulit luarnya. Harganya premium karena memiliki rasa lebih manis dengan aroma pandan, berbeda dengan kelapa biasa pada umumnya.

Beberapa hari kemarin, saya dan rekan mengunjungi lokasi kebun kelapa seperti itu. Ternyata itu bukan jenis kelapa asli dari Kepulauan Riau. Tapi tanaman yang dibudidaya. Bibit awalnya berasal dari Thailand.

Kebun kelapa pandan di Tanjung Hutan, Pulau Papan, kecamatan Buru, Karimun. © F. Pardomuan

Di negeri Gajah Putih itu, dikenal dengan nama ‘Aromatic Nam Hom Coconuts’. Kelapa jenis ini sudah dibudidaya para petani di pulau Gunung Papan sejak belasan tahun terakhir. Ciri utamanya adalah cepat berbuah (biasanya pada usia 2-3 tahun). Pohonnya juga relatif pendek, serta air kelapanya manis dan segar dengan aroma pandan alami.

Pemiliknya berencana ingin membuat lokasi kebun kelapanya, juga berfungsi sebagai area agrowisata. Jadi orang bisa datang ke sana untuk berwisata, sekaligus mencicipi buah-buah kelapa pandan langsung dari pohonnya.

Foto udara pulau Gunung Papan yang dipisahkan selat sempit dengan pulau Buru di kabupaten Karimun. © F. Pardomuan

Seperti konsep green industri di ruang lingkup pedesaan yang memang cocok dengan suasana di pulau ini.


AWAL pekan ini, saya baca informasi tentang rencana pengembangan kawasan pulau Gunung Papan dan pulau Belat yang terletak berdekatan, untuk dijadikan pusat industri di kabupaten Karimun.

Bupatinya, Iskandarsyah, baru saja menandatangani nota kerjasama dengan sebuah grup bisnis asal Singapura, Aslan Energy Capital.

Dengan nilai investasi USD2,3 miliar atau sekitar Rp38 triliun lebih, di pulau Gunung Papan dan pulau tetangganya, Belat yang masih alami itu, mereka akan membangun Dya City. Kota yang berkonsep dinamis dan fokus pada energi bersih.

”Pada proyek Dyna City, akan dibangun ribuan hektar lahan dengan minimal di atas 2 ribu hektar. Dalam membangun Dyna City Aslan energy Capital akan membangun energi bersih sampai 6 gigawatt (Gw). Listrik yang menggunakan sistim energi bersih ini akan dibagi menjadi dua. Yakni, 4 Gw untuk mendukung kawasan industri lokal, kampus data dan manufaktur mobilitas. Dan, 2 Gw untuk ekspor energi bersih ke negara-negara ASEAN,” kata sang Bupati.

Suasana jalan di desa Tanjung Hutan, pulau Papan. © F. Bintoro Suryo

Realisasi pembangunan tidak dengan cara membeli lahan di sana. Tapi dengan cara menyewa dari penduduk setempat.

Dyna City, kata Iskandar, akan terbagi dalam tiga zona pengembangan. Pertama, kawasan energi bersih terpadu, pusat energi berbasis tenaga surya, penyimpanan baterai, LNG dan amonia biru.

Kemudian, ada zona kawasan mobilitas dan industri manufaktur. Di dalamnya berisi kawasan produksi kendaraan listrik, baterai, chip AI dan industri hijau.

Terakhir, kawasan infrastruktur digital dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. seperti pusat data hyperscale hingga 1,2 Gw untuk mendukung kecerdasan buatan dan komputasi awan. 

“Wah.”

Aktifitas kapal penyeberangan antar pulau di pelabuhan desa Tanjung Hutan – pulau Papan, kecamatan Buru, Karimun. © F. Bintoro Suryo

(*)

KAITAN:BelatGreen industryGunung PapanimpresiKarimunTanjung hutan
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya Barang Masa Lalu Penduduk Kepulauan Batam
Artikel Selanjutnya Dalam Konflik Kekuasaan Ayah, Raja Issa dari Sambas ke Muar
1 Komentar 1 Komentar
  • Ping-balik: Gunung Papan dan Rencana ‘Green Industry’ – GoWest.ID

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
71 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
97 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
198 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
257 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
304 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?