Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Cerita

‘Para Batin Penguasa Kampung’

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 3 Oktober 2021
1.7k x dilihat
Sebarkan

Kami menemui Rahman, ketua RW di kampung Tanjung Gundap. Rahman adalah keturunan ke 4 dari warga awal yang menghuni Tanjung kecil di selatan Batam itu.

————

PEMIMPIN dalam sebuah kelompok, wilayah atau komunitas, selalu ada sejak zaman silam. Contohnya di kepulauan Riau. Selain kisah para raja dan bangsawan di masa kesultanan Riau, ada juga pemimpin wilayah di kelompok masyarakat yang lebih kecil.

Mereka disebut ‘Batin’. Diambil dari para tokohnya yang biasa memiliki ilmu kebatinan lebih tinggi di antara yang lain. Para Batin adalah mereka yang dituakan secara keilmuan. Seperti halnya Raja atau Sultan, posisi Batin di suatu wilayah, biasanya diwariskan secara turun temurun.

Selain pemerintahan pada skala besar berupa Kesultanan, di berbagai daerah di Kepulauan Riau juga tumbuh kesatuan masyarakat politik dengan bentuk pemerintahan adat yang
memiliki otonomi.

Pemerintahan adat ini bahkan terus hidup dan diakui pada masa awal penjajahan Belanda.Sebelum diberlakukannya IGOB (Inlandsche Gemente Ordonantie Buitengewesten), yaitu peraturan pemerintahan desa di luar Jawa dan Madura, sudah dikenal pemerintahan setingkat desa dengan nama Marga atau Batin.

Hal itu diatur menurut Ordonansi Desa 1906.

Di wilayah yang maju berdasarkan ordonansi itu, ditetapkan marga dan batin diberi hak otonomi yang meliputi bidang pemerintahan umum, pengadilan, kepolisian, dan sumber keuangan. Pemerintahan adatnya juga dibantu oleh juru tulis dan Kepala Pesuruh Marga atau Batin.

Rahman, Ketua RW Tanjung Gundap yang saya temui juga mengakui adanya Model pemerintahan adat seperti itu pada masa silam.

Walaupun tidak sama persis karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, secara umum pemerintahan oleh para Batin dikenal oleh masyarakat Kepulauan Riau, bahkan hingga ke Riau dan Jambi.

“Batin terakhir yang saya ingat di sekitar sini, namanya Batin Bidin”, kata Rahman.

Pada perkembangan selanjutnya setelah kemerdekaan Indonesia, secara umum, pemerintahan oleh para Batin ini mulai diubah menjadi pemerintahan Desa.

Walau begitu menurut Rahman, model dan tata cara pengelolaannya, masih banyak yang mengadopsi pemerintahan batin. Misalnya tentang penetapan para pemimpinnya yang tetap didasarkan pada orang yang memiliki keilmuan/ batin lebih tinggi dan keturunannya untuk memerintah dan dijalankan dengan landasan adat Melayu-Islam.

” seperti itu masih ada di sini sampai pemerintahan zaman orde baru, pak Soeharto. Setelah pak Soeharto itu, tak ada lagi, diganti menjadi lurah. Pemimpinnya dikirim (ditunjuk, pen) oleh pemerintah,” terang Rahman.

(*)

Videography, photo & visual udara : Bintoro Suryo, Pardomuan Nainggolan 

Co Host dalam cerita : Hadis Hamzah

KAITAN:BATAMBatinkepala desaKepala kampungKisahPemimpinTanjung Gundapvideo
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya Gundap, Tambus dan Kisah Para Batin
Artikel Selanjutnya Kasuari, Burung Paling Berbahaya & Upaya Mendomestikasinya
2 Komentar 2 Komentar
  • Ping-balik: Gundap, Tambus dan Kisah Para Batin – Bintoro Suryo
  • Ping-balik: "Para Batin Penguasa Kampung" - Informasi dari Sumber Terpercaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
77 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
101 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
203 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
267 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
308 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?