Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Keluarga

Cinta Pertama Ayah adalah untuk Anak Pertamanya (Documentary)

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 12 April 2023
664 x dilihat
Sebarkan

MENDADAK saya kepikiran kalimat ini saat bapak meninggal tahun lalu. Apakah disegerakan untuk dikebumikan, atau ada yang perlu ditunggu?

“Tunggu mas saya. Beliau sedang dalam perjalanan dari Surabaya kemari. Insha Allah besok pagi berangkat subuh dan sampai sekitar pukul 07.30 WIB.”

Cinta seorang bapak pertama kali adalah pada anak pertamanya, dan itu adalah mas saya. Beliau sulung dari lima bersaudara di keluarga kami. Saya, walaupun hampir separuh usia dihabiskan untuk menemani masa tua bapak kami, hanyalah anak kedua.

Kebahagiaan pertama bapak dalam berkeluarga adalah saat mas saya lahir. Cinta pertama yang ditumpahkannya adalah padanya. Rasanya, tidak berlebihan jika ‘kepergiannya ke alam keabadian’ juga diantarkan oleh mas saya. Dan oleh kami semua bersaudara.


Saya banyak belajar nilai-nilai hidup dari bapak, sepanjang umur yang hampir sampai setengah abad ini. Saya gak menganggapnya sebagai kebenaran mutlak, tapi jadi nilai kebaikan, kemudian saya tularkan ke anak-anak.

Anak pertama saya, Yodha, jadi cinta pertama saya sebagai seorang bapak. Pertama kali saya mengenal rasanya bahagia menjadi ayah. Punya rasa cinta terhadap anak. Yang membuat saya banyak berubah.

Saya mengumpulkan potongan dokumentasi-dokumentasinya, mencoba menyatukannya jadi sebuah cerita, sebuah pesan untuknya. Kelak, saat dewasa.

“Cinta Babah pertama kali untuk Yodha”

(*)

Courtesy audio : © Piyu – Harmoni (piano version)

Makasih mas Piyu, pinjam lagunya 🙏

KAITAN:Anak pertamaBATAMCinta ayahkeluarga
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya Kota Tua di Pulau Kecil (Documentary)
Artikel Selanjutnya Rempang; “Masa Lalu, Masa Depan”
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
71 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
97 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
198 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
257 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
304 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?