RAJA Ali Haji, putera Raja Ahmad dan cucu Raja Haji Fisabilillah, pernah menulis sebuah syair dalam kondisi sakit keras pada tahun 1852. Syair tanpa judul tersebut, selesai ditulis pada tanggal 3 Maret 1852 (1 Rabiul Awwal 1268 H.). Merupakan deskripsi yang dialaminya selama masa sakit di pulau Penyengat Inderasakti serta ungkapan terimakasihnya terhadap dokter yang membantu menangani.
Naskah syair yang telah selesai ditulis, kemudian dikirim melalui warkat (surat, pen.) ke L.J.A. Tolen, redaktur majalah ‘Warnasarie’ yang terbit di Batavia. Karya sastranya ini kemudian dicetak oleh percetakan Lange & Co di Batavia bersama karya-karya sastra dari sastrawan lain di negeri Hindia Belanda masa itu. Pengantarnya ditulis oleh L.J.A. Tolen pada 8 November 1852.
Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji ini, merupakan karya sastra keduanya yang dicetak dan dipublikasi secara luas, melalui hubungan baiknya dengan sejumlah penulis dan peneliti Melayu bangsa Belanda kala itu.
Sebelumnya, karya Raja Ali Haji berjudul “Syair Abdul Muluk (Sjair Abdoel Moeloek)” menjadi karya sastra pertamanya yang dicetak dan dipublikasi secara luas. Karyanya pertama kali dipublikasi pada majalah bulanan ‘Kolonial Tijdschrift’ di Batavia pada tahun 1847. Pencetakan dilakukan setelah Raja Ali Haji melakukan korespondensi yang intensif dengan peneliti bahasa Melayu di Batavia, Dr. Roorda Van Eysinga. (Catatan surat korespondensi Raja Ali Haji dengan Dr. Roorda Van Eysinga sehubungan pencetakan naskah syair sultan Abdul Muluk, akan dituliskan pada artikel lain di situs ini, pen).
Berikut saya tuliskan kembali syair kedua Raja Ali Haji yang dicetak dan dipublikasi secara luas tersebut, dinukil dari majalah ‘Warnasarie’, edisi tahun 1853.
SJAIR
dikarang oleh
RADJA ALI HADJI , IBN RADJA ACHMAD , IBN JANG DIPERTOEAN MOEDA RADJA HADJI RIOUW.
Dengarkan toean soeatoe pri
Sjaïr koekarang sa-orang diri ,
Tatkala sakit di kota Ongkoe Poetri ,
Hampirkan hilang djiwa sendiri .
Soedara dan bapa terlaloe soesah ,
Siang dan malam kloh dan kesah ;
Mentjari obat minoem dan asa ,
Ada jang panas ada jang basah .
Dipangillah doekoon melajoe dan tjina ,
Ada jang djantan, ada jang betina ,
Berboeatlah obat berbagie warna
Kapada badankoe sekalian terkena .
Djangankan koerang , bertambah poela ,
Dengan prentah Allah ta-ala
Badanpon lemah tiada terhila
Sebab karna itoelah bala.
Sanak soedara bertambah tjinta ,
Ada jang menjapoe ajernja mata ,
Berhimponlah moefakat kadalam kota
Masjewaratkan obat soepaja njata.
Radja Abdoellah, soedara jang dipertoean,
Ijalah wakil Radja bangsawan ,
Bidjaksana lagi dermawan ,
Ijalah mengloearken ichtiarnja toean.
Katanja : ajohie , ajahanda bonda ,
Dengarkan djoega ichtiarnja anakanda ,
Baik kita pinta docter olanda
Karna obatnja boekan bersenda.
Karna obatnja dengan peladjar
Kapada negri jang besar-besar ,
Djanganlah kita berbanjak ngoebar ,
Bersrah kapada toehan jang djabar.
Seleselah moefakat sama sendiri
Menjoeroh sa-orang pergi berlari
Kapada Residien kapala negri ,
Meminta docter esok hari .
Residien pon soeatoe orang mengarti ,
Di kaboolkan pinta dengan poeti hati ,
Tiada sesoeatoe tangoh dan nanti ,
Sampelah ija orang berbakti.
Datanglah sa-orang docter darat
Berkajohlah ija ka poeloe Penjingat ,
Memriksa penjakit riengan dan brat
Priksa haloes terlaloe sangat.
Habis priksa obat di bri ,
Doea botool di minoem saban hari ,
Kira kira ada ampat lima hari
Kita pon moentak sebilang hari .
Tengah berobat laloe berhenti
Sebab docter sakitnja kaki ,
Docter kapal prang poela mengganti ,
Ija pon satoe orang mengarti.
Datanglah docter jang pilihan
Memriksa penjakit dengan pelahan ,
Roepanja lemboot dengan kasehan ,
Sampelah orang kapertjajaän .
Habis priksa ija pon poelang,
Datanglah poela ija beroelang
Membawa obat didalam balang ,
Satoe djam sekali di minoem berslang.
Ada kira kira lima anam hari ,
Dengan idzin toean jang bahri ,
Koeranglah penjakit didalam diri ,
Bolehlah sedikit di bawa berdiri.
Kita pon sjoekoer kapada Allah ,
Meringankan penjakit jang brat lelah ,
Minta ampoon barang jang salah
Akan di trima insja Allah .
Kapada Allah mengata amien ,
Menrima kaselah kita kapada goebernemien
Serta mantrinja, toean Residien ,
Kapada docter boekannja maien.
Toean docter moeda bestari
Lemah lemboot lakoenja diri ,
Ajer ajam poela di bri
Di soeroehnja minoem sehari hari .
Tidalah kita pandjangkan moeda.
Hilanglah doeka tjita hati jang gonda ,
Sanak soedara soekalah soedah
Moekanja manis beroepa indah.
Sekalian soedara membri hormat
Kapada goebernemien membri slamat ,
Tiada terbalas boedi dan himat ,
Moedah moedahan Allah membri rahmat.
Termaktoeb di dalam negri Riouw , kapada 1 hari boelan Djoemadil- awal, tahon 1268 (3 Maart 1852. )
(*)

