Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Otak Lelaki

Jangan Takut Terbang

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 23 Desember 2008
536 x dilihat
Sebarkan
Ilustrasi, Wareable

TERBANG itu sebenarnya sesuatu yang asyik. Pun dalam kondisi yang tidak wajar. Yang penting kita mau belajar menikmatinya. Soal keamanan? Data dari International Civil Aviation Organization atau ICAO, sepanjang tahun 2008, baru ada satu kecelakaan fatal dari 2 juta penerbangan yang dilakukan di seluruh dunia.

Soal trauma takut terbang, diam-diam memang banyak juga orang yang mengalami. Penyebabnya bisa macam-macam. Menurut catatan di Amerika, satu dari delapan orang memilih bepergian menggunakan sarana angkutan darat dan menghindari bepergian dengan angkutan udara. Untuk beberapa alasan, ternyata di antara penyebab dasarnya adalah takut naik pesawat atau menderita trauma terbang aviophobia.

Apa penyebab rasa takut? Ini erat kaitannya dengan faktor emosi. Kita takut terhadap sesuatu yang berpotensi membahayakan diri kita. Ancaman bahaya itu bisa berupa rasa sakit, terhina dan terluka, atau bahkan kematian. Kita takut naik pesawat terbang, karena berpikir pesawat terbang tidak aman. Kita takut dalam gelap, karena dalam kegelapan banyak bahaya yang tidak bisa kita antisipasi. Kita takut pada seseorang karena bisa menyakiti kita. Kita takut untuk membaca sebuah buku kontroversial karena khawatir itu akan menggoyahkan kepercayaan lama kita. Pendek kata, segala sesuatu yang kita anggap berbahaya bisa menimbulkan rasa takut.

Takut juga bisa ditimbulkan karena kita berada dalam situasi yang tidak biasa atau membuat tidak nyaman. Bayangkan tiba-tiba Anda berada di tengah hutan rimba tanpa seorangpun di dekat Anda. Jika Anda belum pernah memasuki hutan, maka mungkin Anda akan takut. Begitupun saat Anda masuk ke sebuah daerah yang belum Anda kenal, maka bisa jadi Anda merasa takut. Singkatnya, merasa terasing bisa menimbulkan rasa takut.

Ancaman kehilangan dukungan juga bisa menimbulkan rasa takut. Bayangkan jika Anda mencuri uang orangtua Anda. Anda mungkin merasa takut ketahuan. Sebab, jika ketahuan maka Anda akan kehilangan dukungan dari mereka. Anda akan dikecam seluruh anggota keluarga. Begitu juga Anda takut menolak ajakan teman-teman Anda untuk naik gunung karena Anda khawatir akan kehilangan teman-teman Anda. Seorang istri takut melawan kekerasan suaminya karena was-was akan diceraikan.

Kembali ke soal ketakutan untuk terbang, ketika dibandingkan dengan semua jenis transportasi dan jumlah korban per kilometer, maka transportasi udara sebenarnya jadi yang teraman. Bahkan tingkat kecelakaan yang diakibatkan menyeberang jalan sekalipun, sesuatu yang kita lakukan hampir setiap hari dan berkali-kali, jauh lebih tinggi dibandingkan kecelakaan penerbangan.

Walaupun begitu, seseorang yang punya ketakutan i-rasional tentang terbang, mungkin masih harus diyakinkan untuk mau terbang. Faktanya, memang banyak orang merasa takut untuk tebang. Ada beberapa alasan seperti takut/phobia ketinggian, phobia berada dalam ruang tertutup, takut karena tidak memiliki kendali atas pesawat dan lain-lain. Tapi yang menarik dari hasil sebuah penelitian, ternyata akar masalahnya bukanlah takut pesawatnya jatuh. Melainkan rasa takut kehilangan kendali ketika meninggalkan tanah.

Beberapa tahun belakangan, saya juga punya phobia ketakutan baru. Saya takut jadi penumpang kendaraan, baik itu mobil atau motor. Awalnya saya bingung. Ini kenapa, kok tiba-tiba saja munculnya? Ambil contoh saat saya duduk di sebelah teman yang sedang mengemudikan mobil. Tanpa disadari, saya sering menginjak-injak lantai kendaraan saat mobil melaju kencang, Seperti sedang menginjak pedal rem. Sesekali saya juga sibuk memberikan aba-aba bila ada sesuatu atau seseorang yang saya anggap rawan tertabrak kendaraan kami. Mata saya juga selalu awas memandang ke depan. Kenapa bisa begitu? Setelah dipikir-pikir, saya jadi tahu jawabannya. Saya takut terjadi sesuatu karena kendali kendaraan tidak berada pada saya! Ada perasaan tidak yakin bila orang lain yang memegang kendali atas keselamatan kita. Masalahnya, saya sebenarnya bisa mengendalikan kedua jenis kendaraan itu..

Cara mengatasinya menurut saya, ya dilawan. Ketakutan adalah sesuatu yang sangat individual. Cara paling ampuh untuk mengatasinya adalah dengan melawan rasa ketakutan itu. Dengan mengetahui kenyataan ini, mungkin anda dapat sedikit mengurangi ketakutan tersebut. Memang tidak bisa serta merta dan langsung. Perlahan-lahan dan yang penting ada kemauan.

Selamat terbang.

(*)

Postingan ini pertama kali diunggah pada 23 Desember 2008 di blog lama saya : noesaja.wordpress.com
KAITAN:BATAMCeritahistoryNOESAJAOTAK LELAKItanjungpinangtips
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya Naik Pesawat ‘Kertas’ Bermesin Tempel
Artikel Selanjutnya Berbagi Jangkauan Bersama Lawan
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
72 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
97 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
198 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
257 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
304 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?