Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Humaniora

Bulang Lintang yang Tenang (Bagian 1)

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 13 Desember 2019
1.3k x dilihat
Sebarkan

PULAU Bulang Lintang adalah sebuah pulau kecil yang ada di sekitar perairan Batam. Berhadap-hadapan dengannya adalah pulau kembarnya yang bernama Bulang Kebam.

Sebuah pulau lagi dengan nama hampir sama yakni pulau Bulan yang merupakan pusat penangkaran buaya berada dekat dengan keduanya dan bisa diakses melalui jalur darat saja karena perairan di sekitarnya yang dangkal.

Pulau Bulang Lintang merupakan salah satu pulau sejarah masa lalu Batam. Ratusan tahun silam, sebelum Batam berkembang, Bulang Lintang merupakan bagian penting dari pemerintahan Kesultanan Melayu (Johor Pahang Riau Lingga). Di sana bermukim seorang Temenggung yang merupakan keturunan Kesultanan Melayu.

Makamnya dan makam istrinya masih ada hingga sekarang di Bulang Lintang.

Ironis karena perkembangannya kini jauh tertinggal dari Batam. Pulau itu hanya dihuni oleh beberapa puluh Kepala Keluarga Saja. Penetapan Bulang Lintang sebagai salah satu ibukota Kecamatan sebagai bagian kota Batam, ternyata belum membuat pulau itu lebih maju.

Listrik masih sulit. Banyak fasilitas milik pemerintah yang sengaja dibangun untuk mendongkrak pertumbuhan di sana, justru terbengkalai.

Kami menjelajah hampir sebagian besar wilayah pulau itu dan mendapati kondisi yang memprihatinkan di sana. Simak perjalanan kami yang disampaikan per bagian di kanal ini.

(*)

Ilustrasi gambar cover : © batam.go.id
Postingan ini pertama kali diunggah pada 13 Desember 2019 di blog lama saya : noesaja.wordpress.com
KAITAN:#SerialBATAMbulang lintangCeritahistorysejarahtemenggung abdul jamalvideo
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya Jejak Hidup Masa Silam Ulu Lai (Bagian 2)
Artikel Selanjutnya Bulang Lintang Yang Tenang (Bagian 2)
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
72 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
97 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
198 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
257 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
304 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?