Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Otak Lelaki

BEKERJA DENGAN MULUT

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 29 April 2008
601 x dilihat
Sebarkan
Ilustrasi,living well dental

SEMUA manusia normal pasti juga menggunakan mulutnya sebagai alat bantu untuk bekerja. Kalangan tertentu malah menggunakan mulut sebagai modal utama pekerjaan. Yang lain menggunakan mulutnya untuk mengaku-aku pekerjaan sebagai buah karyanya!

Saya tidak sedang membahas golongan pertama dalam materi tulisan kali ini. Golongan kedua? Saya pikir anda sekarang mungkin sudah bisa memasukkan daftar nama beberapa orang terkenal atau yang ada di lingkungan sendiri. Mereka yang bekerja dengan memanfaatkan mulut sebagai modal utama. Mulut menstimulasi sel-sel otak yang berisi keahlian tertentu untuk memunculkan sebuah hasil kerja positif.

Saya juga mulai mendaftarkan. Menurut versi saya tentunya! Di sini ada AA’ Gymnastiar-Dai kondang yang berdakwah dari satu lokasi ke lokasi lain, dari satu masjid ke masjid lainnya. Dari satu stasiun televisi ke stasiun televisi lain. AA’ Gym menyampaikan dakwah untuk umat menggunakan mulutnya. Coba bayangkan jika AA Gym bisu (Na’uzubillahhi Min Dzalik, mudah-mudahan itu tidak terjadi!, red). Kita tidak akan pernah mendengar siraman-siraman rohani AA’ Gym yang begitu menentramkan hati. Yang memberi rasa optimis dalam melihat keruwetan dunia….

Safir Senduk, seorang ahli perencana keuangan keluarga, rasanya juga bisa masuk dalam daftar ini. Ratusan bahkan mungkin sudah ribuan saat ini orang yang datang ke kantor konsultasinya. Berusaha mencari jalan tengah menyelesaikan persoalan keuangan keluarga yang menjerat. Safir coba memberi solusi dari pengetahuan yang dimiliki. Melalui apa? Melalui mulut!

Safir Senduk juga aktif ikut di beberapa seminar. Baik yang digelar sendiri atau menerima undangan dari pihak lain.

Sebagai pembicara tentunya. Menggunakan apa? Lagi-lagi alat tubuh yang bernama mulut. Pengetahuan di otak Safir Senduk distimulasi menjadi gelombang-gelombang suara yang dikeluarkan melalui mulut.

Golongan lain? Ada pengacara. Berdebat di ruang sidang sudah jadi pekerjaan rutin yang harus dijalani. Mereka biasa membalik-balik fakta atau bersilat lidah. Yang penting kliennya bisa menang. Kaum pengacara punya dasar ilmu hukum yang dicerna lagi-lagi menggunakan otak. Kemudian dirubah menjadi gelombang suara yang mendukung hasil kerja. Dengan berbicara, mereka mendapat apresiasi materi! Adalagi yang lain, misalnya si penyampai pesan.

Nah, golongan yang ketiga bagaimana? Anda pernah merasakan dkhianati oleh seseorang karena hasil kerja keras kita diakui sebagai buah karyanya? Orang seperti itu saya masukkan di daftar pertama dari golongan nomor tiga. Siapa yang rentan “terjerumus” masuk dalam golongan ketiga? Jika anda karyawan, bisa jadi anda sendirilah orangnya. Oh, tidak? Anda tidak merasa seperti itu? Ok, bisa jadi itu atasan anda….

Ada banyak faktor yang menyebabkan orang bisa “terjerumus” masuk dalam daftar “manusia besar omong”. Yang paling utama dan sering jadi penyebab utama adalah soal finansial. Ingin meraih finansial dengan jalan yang gampang. Bisa juga karena Glory-kejayaan. Merasa ingin hebat dengan kemampuan yang terbatas. Mengakui hasil kerja orang lain sebagai buah karya sendiri membuatnya disanjung orang lain. Apalagi, itu tidak perlu skill yang rumit. Cuma dengan skill pede dalam berbicara untuk menyampaikan.

(*)

Postingan ini pertama kali diunggah pada 29 April 2008 di blog lama saya : noesaja.wordpress.com
KAITAN:BEKERJAMULUTNOESAJAOTAK LELAKI
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya TAKLUK
Artikel Selanjutnya DA VINCI
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
214 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
234 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
323 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
435 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
425 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
3.1k x dilihat

Ragam Tanaman di Kebun Raya Batam

Oleh Bintoro Suryo
2.4k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.4k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.3k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?