Bintoro SuryoBintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Bintoro SuryoBintoro Suryo
  • Catatan
  • Pandang Dengar
  • Persona
  • Sisi
Cari
  • Catatan
    • Cerita
    • Humaniora
    • Lingkungan
    • History
  • Pandang Dengar
    • Potret
    • Inspirasi
  • Persona
    • Otak Lelaki
    • Puan
    • Keluarga
    • Kanal Teman
  • Sisi
    • Varia
    • Fiksi
    • Impresi
    • NulisRingkas
Ikuti Kami
Copyright 2004 - 2025, bintorosuryo.com. Desain oleh Beplus Indonesia
Otak Lelaki

POSESIF

Oleh Bintoro Suryo
Diterbitkan pada: 28 April 2008
539 x dilihat
Sebarkan
Ilustrasi

JIKA survey atau jajak pendapat dilakukan terhadap kalangan wanita soal pria posesif, kira-kira apa jawabannya? Jujur, saya tidak bisa memberi gambaran yang pasti soal itu. Masalahnya, saya laki-laki. Jawaban yang saya berikan mungkin malah bisa jadi rancu atau berat sebelah.

Yang tau pasti tentu wanita. Termasuk sikap-sikap mereka jika menghadapi pria berprilaku posesif. Gimana ya punya pasangan posesif? Sebagian wanita yang pernah saya ajak ngobrol ringan soal itu mengatakan, pria posesif cukup menjemukan. Nah lho! Tapi ini tentu bukan jawaban final. Yang saya ajak ngobrol juga baru beberapa orang. Sangat jauh untuk men-general-kan sebagai jawaban kalangan wanita pada umumnya.

Omong-omong soal posesif, saya punya cerita. Sebenarnya cukup tabu kalau harus diungkap di sini. Tapi memandang sebagai sharing dan tukar info, saya rasa nggak ada salahnya. Untuk secret-nya saya sebut saja sang teman sebagai Ardi. Ya Ardi, tentu bukan nama sebenarnya. Nah si ardi ini punya pasangan. Perempuan tentunya. Umur hampir-hampir sebaya. Cuma beda bulan lahirnya saja.

Sekedar intro, kekasih ardi yang kita sebut saja wulan merupakan tambatan hatinya yang kesekian kali. Sebelumnya teman saya ini sudah berkali-kali menjalin hubungan mesra dengan beberapa wanita. Ujung-ujungnya selalu sama. Kisah cinta selalu berakhir duka. Yang terakhir sebelum bertemu wulan, ardi harus rela ditinggal married pasangannya gara-gara lambat menentukan sikap soal masa depan hubungan mereka. Pasangannya keburu dikejar deadline nikah oleh ortu. Ujung-ujungnya roman siti nurbaya yang berbicara. Sang pujaan hati dijodohkan dengan pria lain yang diangap lebih mapan dan memiliki sikap hidup soal masa depan yang lebih jelas ketimbang ardi, si teman saya itu.

Cerita berlanjut ketika ardi bertemu wulan. Gadis kesekian dalam daftar panjang kisah asmaranya. Dengan wulan, ardi rasanya sudah “habis-habisan”. Maksudnya bukan habis-habisan mengelurkan modal material untuk mendapatkan hati sang pujaan, bukan! Tapi habis-habisan mencurahkan perhatian dan rasa sayang.

“Ini yang terakhir”, katanya pada saya suatu ketika.

Pokoknya the one and only. Tapi yang terjadi kemudian, karena dasar pengalaman masa lalunya, ardi jadi begitu dominan mempertahankan hubungan mereka. Sampai-sampai sorot pandang rekan sekerja wulan saja bisa memicu pertikaian dalam hubungan mereka. Bagi ardi, wulan adalah miliknya dan tidak ada yang lain bisa memilikinya kecuali dia. Perubahan drastic dalam pola pikir teman saya itu malah membuatnya jadi sering-sering bermasalah dalam hubungan. Hampir tiap minggu ada-ada saja yang membuat pertikaian harus terjadi. kalau sudah begitu, jangan harap keluar kata-kata “sayang”. Hal itu masih diperparah dengan hubungan jarak jauh yang dijalani keduanya. Mereka hanya punya waktu seminggu sekali untuk melepas kangen. Tapi kalau sudah bertengkar, frekuensi ketemuannya bisa dipastikan makin lama lagi.

Ujung-ujung dari cerita saya paling sudah bisa ditebak. Ya, mereka pisah!! Nggak ada lagi yang bisa dijadikan pertimbangan untuk melanggengkan hubungan, walaupun rasa cinta sebenarnya masih ada. Terlebih dalam hati teman saya itu. Tentu sakit dan pahit. Tapi semua sudah jadi bubur. Rasa memiliki yang terlalu dalam membawa keduanya tidak menemukan titik temu dari setiap perselisihan yang terjadi. Dan yang jelas, hubungan seperti itu hanya akan membawa ketidaknyamanan diantara keduanya. Yang ini berani saya simpulkan karena saya juga sempat terjerembab dengan kenyataan seperti itu. Hari-hari yang seharusnya bisa dilalui dengan manis dan indah, jadi berantakan hanya karena kecurigaan dan rasa memiliki yang terlalu dalam. Menyayangi dan mencintai wanita saya pikir tidak harus sama dengan menyayangi benda kesayangan seperti gelas kaca yang harus dijaga berlebihan karena takut pecah.

(*)

Postingan ini pertama kali diunggah pada 28 April 2008 di blog lama saya : noesaja.wordpress.com
KAITAN:NOESAJAOTAK LELAKIPOSESIF
Sebarkan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Email Copy Link
Artikel Sebelumnya SETIA
Artikel Selanjutnya TAKLUK
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikut Berkontribusi sebagai Volunteer

Kami adalah bagian dari komunitas yang mengembangkan literasi digital, media monitoring dan penyelamatan lingkungan hidup.
Ikut Bergabung

UPDATE

Syair ‘Sakit’ Raja Ali Haji, 1852
History
19 Januari 2026
78 x dilihat
“Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
History
4 Januari 2026
106 x dilihat
“Teluk Boolang di pulau Batam”
Impresi
26 Desember 2025
204 x dilihat
“Menavigasi Laut Nongsa ; Jejak Raja Issa di 1835”
History
16 Desember 2025
269 x dilihat
Konflik Persaingan Inggris – Belanda, Ancaman Perompakan
History
11 Desember 2025
311 x dilihat

POPULER

Humaniora

Selat Panjang ; “Tanah Jantan”

Oleh Bintoro Suryo
2.7k x dilihat

Menelusur Nongsa Masa Lalu

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Kapan Pemerintahan Kota Batam Berdiri?

Oleh Bintoro Suryo
2.2k x dilihat

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Pohon?

Oleh Andri Susi
2.1k x dilihat

Ikuti Kami:

Akses Cepat

  • YLGI
  • GoWest.ID
  • Sultan Yohana
  • Beplus Indonesia

Fitur

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

Catatan Kuki

Situs kami menggunakan third parties cookies untuk meningkatkan performa konten dan artikel yang diterbitkan

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?